Trip dan Trik Backpacking
IbackTips/1 : Menawar barang di Pasar Chatuchak Bangkok
Belanja!! belanja!! belanja!! Satu kalimat yang pasti semua wanita sukai, apalagi kalau ceritanya lagi jalan-jalan ke Bangkok kayanya kata-kata be-lan-ja menjadi kata paling terus menerus tertancap di dalam kepala.
Jangan pergi ke Bangkok kalo ngga belanja!! atau ngapain ke Bangkok kalo ngga belanja??, begitu mungkin anekdot para ibu-ibu yang tergabung Perkumpulan Ibu-ibu Tukang Belanja.
Tentu saja belanja di Bangkok jangan di lewatkan, bukan karena Bangkok memiliki sebuah pasar akhir pekan yang konon terbesar di Asia yaitu Pasar Chatuchak (Chatuchak weekend Market), atau berjejernya shopping mall atau pusat perbelanjaan yang terkenal seperti di daerah Siam atau Sukhumvit.
Tapi banyaknya barang yang di jual dengan harga miring dan masih bisa ditawar pula!! Nah ceritanya ada orang Indonesia yang mau beli sesuatu di Pasar Chatuchak. Seperti di ketahui di Chatuchak banyak banget barang yang di jual dengan murah dan masih bisa di tawar. Setelah keliling-kelalang orang Indonesia tersebut akhirnya di putuskan buat membeli oleh2 berupa kaos. Dipilihlah satu kios grosiran yang menjual berbagai macam kaos.
Kaosnya lumayan bagus, dengan bahan, jahitan dan sablon yang baik. Dilihat dari harganya kurang lebih 120-150 Baht setara dengan Rp.30.000,- Rp. 35.000-an. Wah murah banget dengan kaos sejenis kira-kira mirip produk C-59 Bandung, atau comparenya dengan kaos keluaran dagadu. C-59 dan Dagadu direken harga kisaran 45-60 ribuan. Berarti lebih murah 30-40%. Tapi dasar orang endonesa kaos 100 baht di sebuah kios di Pasar Chatucahk masih di tawar pulak.
Dan ajaib setelah beberapa waktu kemudian orang ini berhasil membeli kaos-kaos tersebut dengan harga 80 baht perpotong. 80 baht kira-kira Rp. 23.000-an…udah murah banget!!! jadi kalau di rupiahkan dengan 100 ribu dapat 4 Kaos… padahal kalau di Indonesia dengan bahan dan mutu sejenis, satu kaos bisa berharga 45-60 ribuan. Ngga tahu berapa margin sipedagang. Tapi yang penting orang ini sudah berhasil menawar hingga titik terendah. Dan siapa orang Endonesa yang bersusah menawar tersebut..??,….. dia adalah saya sendiri …hohohoo..
Oke ini seriusnya …tips menawar dengan harga murah dan belanja dengan nyaman. Sebenarnya bukan di Chatuchak saja buat menawar barang, tawar menawar berlaku di semua pasar murah di seluruh Bangkok. Asal jangan menawar barang di butik atau mall yang menjual dengan harga pasti, kalau masih ngotot menawar bisa2 anda di kemplang ama petugasnya, maklum konon orang Indonesia cukup “sadis” kalau nawar barang.
1. Tawar sebelum membeli!! Anda bisa membuka tawaran pertama dengan setengah harga. Jika belum berhasil naikkan nilai tawaran Anda sedikit demi sedikit. Ada waktu di mana Anda bisa tetap bertahan dengan harga yang Anda mau. Bila tidak ada kesepakatan tunda dulu membeli barang tersebut dan kemudian mencari barang yang sama di kios yang lain. Jika harga terendah sudah di ketahui dan tidak ada kemungkinan untuk turun lagi Anda bisa langsung membeli barang tersebut.
2. Bawa kalkulator!! Ada baiknya Anda membawa kalkulator kecil, ingat tidak semua penduduk setempat belum tentu mampu mengunakan bahasa Inggris. Gunakan saja bahasa Inggris standar yang mudah di mengerti. –) kalau saya saat itu tidak mngunakan bahsa Inggris kasusnya karena saya ngga bisa berbahasa Inggris dengan baik jadi percuma pake bahasa Inggris juga. Lha orang sayanya juga kagak mahir hehehe…
3. Sabar dan ulet!! Teknik menawar yang baik tentunya harus Anda kuasai, bersabarlah dengan penawaran Anda dan tentu saja Anda harus ulet dalam melakukan teknik pendekatan terhadap pedagang sehingga Anda mendapatkan harga murah.
4. Perhatikan kualitas barang!! Yang namanya barang murah tentu saja Anda harus memahami bahwa barang yang di jual tentunya belum tentu berkualitas bagus. Untuk itu Anda harus teliti memilih atau membeli barang yang akan Anda beli. Sebagai contoh jika Anda membeli t-shirt atau kaos, perhatikan jahitannya. Juga Anda bisa meraba atau merasakan jenis kainnya. Lihat pula kulitas cetakan atau sablonnya. Untuk perhiasan imitasi, perhatikan baik-baik kualitas bahan yang di pergunakan, kadang walau terlihat bagus bisa jadi barang tersebut mudah rusak.
5. Mintalah kartu nama pedagang!! Kadang banyak bergunanya jika Anda menemukan sebuah toko atau kios yang menjual barang antik dan unik. Saat itu Anda mungkin tidak mempunyai cukup uang dan tidak bisa membeli barang yang Anda inginkan. Dengan mengantongi kartu nama kios tersebut bisa jadi Anda di lain waktu berkunjung kembali ke tempat tersebut.
6. Bandingkan harga!! Jangan terlalu bernafsu membeli barang yang menurut Anda sangat murah, coba ingat-ingat apakah barang tersebut ada di Indonesia dan bisa jadi lebih murah membeli di Indonesia. Hitung pula dalam kurs rupiah, harga di banderol (tag price) kelihatannya sangat murah tapi saat di konversi ke mata uang rupiah bisa jadi malah mahal.
7. Ingat bagasi!! Memborong barang murah memang menyenangkan tapi perhitungan pula barang yang Anda beli harus di perhitungkan saat Anda membawanya pulang ke tanah air. Bagasi yang terlalu banyak akan merepotkan dan jika beratnya melebihi ketentuan akan di kenakan biaya tambahan saat Anda naik pesawat.
8. Hati-hati dengan copet!! Tidak hanya copet saja, bisa jadi karena terlalu asyik berbelanja barang berharga Anda seperti dompet, handphone atau barang berharga lainnya di curi atau tercecer di jalan.
No comments yet
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]